Jokowi: 75% of Indonesia’s Population Must Be Get Bank Access in 2019

Posted on Leave a commentPosted in Intermezzo

untitled-fs

[FINANCIAL]

Jakarta – President Joko Widodo (Jokowi) targeting the next order in 2019, 75% of Indonesia’s population can get access banking financial services. Starting from savings to credit.

“2019 is an ambitious target of 75%, but it is if you want to light a target of 45%, it certainly can. But 75% is not easy,” said Jokowi, at the State Palace, Jakarta, Friday (11/18/2016).

Until now, only 39% of Indonesia’s population can get access. In fact, according to Jokowi, with a span of independence long enough, should the entire population of Indonesia has been able to enjoy banking services.

Source : http://finance.detik.com/moneter/d-3348448/jokowi-75-orang-ri-harus-dapat-akses-bank-di-2019

#KUALITAS

#HIMADATA-ITS16/17

Jangan Mengaku Statistika Jika Belum Tahu Tata Cara Survei!

Posted on Leave a commentPosted in Keil

Statistika merupakan ilmu yang mempelajari tata cara pengambilan data hingga analisis data hingga dapat disimpulkan menjadi informasi yang berguna. Survei merupakan hal lazim dalam statistika, sehingga sebagai mahasiswa statistika, wajib mengetahui apa itu survei dan tata cara survei yang baik. Inilah yang menjadi latar belakang diadakannya pelatihan Surveyor HIMADATA-ITS.

Pelatihan surveyor diadakan oleh departemen IMPROF HIMADATA-ITS pada 12 November 2016 sebagai bentuk pengenalan survei kepada mahasiswa baru Diploma III Statistika ITS tahun 2016. Beberapa pembicara yang ahli dibidangnya berbagi ilmu disini.

dimulai dari Hakekat survei yang dijelaskan oleh Cordova Ulin, memperkenalkan apa itu survei. Selanjutnya dari Dosen Statistika yaitu Endah menjelaskan etika dan sikap seorang surveyor, yang terakhir mengenai teknis dan cara survei oleh Arma.

Dari pelatihan Sirveyor, diharapkan menghasilkan output surveyor yang handal, terutama mahasiswa Diploma Statistika tahun 2016.

Public Speaking, Belajar Percaya Diri di Hadapan Orang Banyak

Posted on Leave a commentPosted in HUBLU

Dampak AEC (ASEAN Economic Community) sudah mulai terasa di Indonesia seperti bebasnya arus tenaga kerja antarnegara. Agar dapat bersaing dengan Negara tetangga, perlu adanya keahlian berbicara dan percaya diri. HIMADATA-ITS mengadakan pelatihan Public Speaking yang menjadi langkah awal untuk menghadapi masalah globalisasi.

Public Speaking yang diadakan 29 Oktober 2016 silam merupakan pelatihan yang diadakan Departemen Hubungan Luar HIMADATA-ITS dengan tujuan mengembangkan softskill mahasiswa baru Diploma III Statistika 2016 dalam hal kemampuan berbicara di depan umum. Pembicara pada pelatihan ini merupakan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Yuris Tantri yang merupakan salah satu presenter di stasiun TV Nasional memberikan tips dan trik bagaimana cara menjadi pembicara yang baik dan percaya diri di depan Iaudience. Selain itu, ada juga Riski Febriasto dari HIMADATA-ITS yang menjelaskan teknik presentasi mulai dari penyampaian hingga informasi yang harus disampaikan. Pembicara terakhir dari RAKA RAKI Jawa Timur yaitu Andri dan Erinda yang menjelaskan tentang Speaking Manner yaitu cara-cara berbicara yang baik di depan umum.

Harapannya, mahasiswa dapat mempunyai keberanian dan percaya diri dalam berbicara di depan umum, khususnya mahasiswa Diploma III Statistika ITS tahun 2016.

Oil And Gas Reserves

Posted on Leave a commentPosted in Intermezzo

gashh

In the National Working Meeting of the Chamber of Commerce and Industry (Kadin) Indonesia Energy and Oil and Gas on 1 November 2016 and then Deputy Minister of Energy and Mineral Resources, Arcandra Tahar, expressed his wish that the revision of the Law on Oil and Gas (Oil and Gas Law) can strengthen SOE oil , namely PT Pertamina (Persero).

By diverting the national oil and gas reserves that are currently authorized to the Special Unit of Upstream Oil and Gas (SKK Migas) to Pertamina. National oil and gas reserves will be used as leverage alias Pertamina assets that can be used to secure loans.

Making the national oil and gas reserves as assets of SOEs Pertamina will make the oil become more agile, have a much greater capital to make investments in both the upstream and downstream oil and gas. The loans obtained by pledging these assets could increase oil and gas production, oil and gas infrastructure building, and so on.

But the move was not without risk. If not managed properly, the investment fails, the state could lose assets. Oil and gas business, especially upstream oil and gas, very high risk. How to mitigate risk for countries not to be harmed?

Read More : http://finance.detik.com/energi/d-3336131/cadangan-migas-ri-jadi-aset-pertamina-bagaimana-agar-tak-merugikan-negara

#KUALITAS
#HIMADATA-ITS16/17