LINE_P20170516_172222093

3rd Year Elementary Student Discovered New Energy

Posted on Leave a commentPosted in HIMADATA Kabar-kabari

3rd year student of Langsa Lama elementary school Nanggroe Aceh Darussalam, Naufal Raziq discovered a new energy from kedondong tree.

The process was so long. It begun when he read books about a fruit. It said that fruit containing acid can flow electricity. “at first I tested from a potato then I think again, if the fruit contain acid so does the tree. After that, I started my experiment.” He said.

Naufal had done an experiment with mango tree and he failed. Then he tried on other trees. And finally he found kedodondong which its acid can flow electricity.

He got the knowledge not just from school, but also from his father support who helped him in every experiment because naufal’s father works at electronics department so he can help to know the components and equipments about electronics.

Naufal’s discovery is still not perfect because it needs recovery acceleration. This improved the power recovery process from the kedondong tree. Naufal has tried to store power on the battery so it works like solar cells so far.
It produce a power of 0.5-1 Volt per electrode from being mounted on a series of kedondong tree. According to Naufal, the electric current generated depends on the acidity of the tree. Through several evaluations and improvements, the electric tree has illuminated dozens of homes in Tampur Paloh, Simpang Jernih District, Langsa, Aceh, for daylight lighting.

So far, many cooperation offers related to the development of electricity trees to Naufal, but Naufal’s father returned the matter to PT Pertamina EP, a subsidiary of PT Pertamina (Persero) because of this discovery also thanks to the assistance of Pertamina EP Asset I Field Rantau. PT Pertamina EP also assists the management of patents of the Ministry of Law and Human Rights for the discovery of Naufal and also provides Naufal scholarships to college.

entfo poster

ENTREPRENEURSHIP INFORMATION: Ariko Monta, Pendiri Perusahaan Sony

Posted on Leave a commentPosted in KWU

Tokoh satu ini dikenal sebagai pendiri perusahaan Sony yang merupakan perusahaan elektronik terkemuka di Dunia. Ia lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di kota Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake (bir khas jepang). Keluarga Morita telah menggeluti pembuatan bir sake selama hampir 400 tahun di kota Tokoname, dekat Nagoya. Di bawah asuhan ketat ayahnya, Kyuzaemon, Akio sedang dipersiapkan untuk menjadi pewaris bisnis keluarga. Sebagai mahasiswa, Akio sering duduk pada rapat perusahaan dengan ayahnya dan ia akan membantu bisnis keluarga bahkan pada liburan sekolah.

Keluarga yang Morita pada masa itu telah mengenal gaya hidup ala budaya Barat, seperti mobil dan fonograf listrik. Setiap kali ia dibebaskan dari tugas-tugas rumah tangga, Akio muda menjadi asyik membongkar gramofon dan menyusunnya kembali. Dari usia dini, Akio gemar mengutak-atik peralatan elektronik, dan matematika dan fisika adalah mata pelajaran kesukaannya selama SD dan SMP hari. Setelah lulus dari Sekolah Tinggi, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial University.

Selama waktu itu, Jepang berada di tengah-tengah Perang Pasifik. Pada tahun 1944, Akio, yang telah menjadi letnan Angkatan Laut setelah lulus dari universitas tahun itu, bertemu dengan Masaru Ibuka dalam Angkatan Laut Wartime Research Committee.

Ketika ia kembali ke rumah keluarga di Nagoya setelah perang, Akio Morita diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. Morita mengemasi barang-barangnya dan bersiap-siap berangkat ke Tokyo, ketika sebuah artikel tentang laboratorium penelitian didirikan oleh Ibuka muncul di sebuah kolom surat kabar Asahi disebut, “Blue Pensil.” Dengan berakhirnya perang, Ibuka telah mendirikan Institut Penelitian Telekomunikasi Tokyo untuk memulai sebuah awal yang baru. Setelah membaca artikel ini, Morita mengunjungi Ibuka di Tokyo dan mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama-sama.

Berdirinya Perusahaan Sony
Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun. Selama kemitraan mereka yang panjang, mengabdikan Ibuka teknologi energi untuk penelitian dan pengembangan produk, sementara Morita berperan penting dalam memimpin Sony dalam bidang pemasaran, globalisasi, keuangan dan sumber daya manusia. Morita juga mempelopori Sony masuk ke dalam bisnis perangkat lunak, dan ia memberikan kontribusi kepada keseluruhan manajemen perusahaan.

Dorongan perusahaan untuk mengembangkan usahanya secara global terlihat dalam keputusan untuk mengubah nama perusahaan ke Sony pada tahun 1958, suatu keputusan yang tidak diterima dengan baik baik di dalam atau di luar perusahaan karena Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas. Untuk mengatasi pandangan seperti itu, Morita menekankan itu perlu untuk mengubah nama perusahaan untuk sesuatu yang lebih mudah untuk diucapkan dan diingat, agar perusahaan untuk tumbuh dan meningkatkan kehadiran global. Selain itu, Morita perusahaan beralasan bahwa suatu hari nanti bisa berkembang menjadi produk selain elektronik dan nama Tsushin Tokyo Kogyo akan tidak lagi sesuai. Oleh karena itu, ia mengubah namanya menjadi Sony Corporation dan memutuskan untuk menulis ‘Sony’ dalam katakana alfabet (alfabet Jepang yang biasanya digunakan untuk menulis nama-nama asing), sesuatu yang tidak pernah terdengar pada saat itu.

Pada tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat. Morita memutuskan untuk pindah ke AS bersama keluarganya dan memimpin dalam menciptakan saluran penjualan baru untuk perusahaan. Dia percaya bahwa Sony harus mengembangkan saluran penjualan langsung sendiri, bukan mengandalkan dealer lokal. Banyak produk yang telah diluncurkan sepanjang sejarah Sony dapat dikreditkan untuk Morita kreativitas dan ide-ide inovatif. Ide-idenya melahirkan benar-benar baru gaya hidup dan budaya, dan ini terbukti dari produk-produk tersebut sebagai Walkman dan perekam kaset video.

Morita juga menunjukkan kemampuannya untuk melepaskan diri dari pemikiran konvensional di bidang keuangan, ketika Sony mengeluarkan American Depositary Receipts di Amerika Serikat pada 1961. Ini adalah pertama kalinya bahwa sebuah perusahaan Jepang telah menawarkan saham di New York Stock Exchange, dan ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan modal tidak hanya di Jepang. Sony membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk meningkatkan modal asing, pada saat praktik umum manajemen Jepang adalah untuk meminjam dana dari bank.

Dalam bidang sumber daya manusia, Morita menulis buku berjudul Never Mind Sekolah Records pada 1966 dan menekankan bahwa catatan sekolah tidak penting dalam melaksanakan pekerjaan. Morita sudut pandang, yang pertama kali diketahui lebih dari 30 tahun yang lalu, adalah hari ini diikuti oleh banyak perusahaan di Jepang. Seperti mengubah nama Tsushin Tokyo Kogyo ke Sony menunjukkan, Morita sangat ingin diversifikasi operasi Sony di luar bisnis elektronik. Pada tahun 1968, perusahaan memasuki bisnis software musik di Jepang dengan mendirikan CBS / Sony Group Inc bersama-sama dengan CBS, Inc dari US Kemudian pada tahun 1979, Sony memasuki bisnis keuangan di Jepang dengan pendirian Sony Prudential Life Insurance Co Ltd, sebuah 50-50 joint venture dengan The Prudential Life Insurance Co of America. Selanjutnya, Sony diperoleh CBS Records Inc, kelompok catatan CBS pada tahun 1988. Tahun berikutnya, Sony mengakuisisi Columbia Pictures Entertainment, Inc, yang memungkinkan perusahaan untuk menjadi perusahaan hiburan yang komprehensif yang memiliki perangkat lunak berkualitas baik konten dan kekayaan hardware.

Selain mengelola Sony, Morita aktif dalam membangun jembatan budaya antara Jepang dan di luar negeri sebagai Wakil Ketua Keidanren (Jepang Federasi Organisasi Ekonomi) dan sebagai anggota dari Jepang-AS Hubungan Ekonomi Group, lebih dikenal sebagai “Wise Men’s Group . La berperan dalam berusaha untuk mengurangi friksi perdagangan antara Jepang dan Amerika Serikat, dan melalui publikasi karya sastra tersebut sebagai Made in Japan, ia menjadi, “salah satu yang paling terkenal di Amerika Serikat jepang”

penghargaan Morita yang pertama diberikan Jepang Albert Medal dari Kerajaan Inggris’s Royal Society of Arts pada tahun 1982. Pada 1984, ia menerima Ordo Nasional Legiun Kehormatan (Ordre National de la Légion d’Honneur), yang tertinggi dan paling bergengsi di Prancis, dan pada tahun 1991, ia dianugerahi First Class Order of the Sacred Treasure dari HM yang Kaisar Jepang. Di samping itu, Morita menerima sejumlah penghargaan dari negara-negara seperti Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Amerika Serikat, yang menunjukkan sejauh mana pengakuan global-nya.

Akio Morita memancarkan cahaya alami, dan kepribadiannya, yang ia sendiri digambarkan sebagai “ceria,” dicintai oleh banyak orang. Dia punya banyak teman baik di Jepang dan di luar negeri, termasuk perorangan seperti Kiichi Miyazawa, mantan Perdana Menteri Jepang, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS, dan orkestra konduktor seperti Zubin Mehta dan almarhum Herbert von Karajan.

Sumber: http://www.biografiku.com/2010/01/biografi-akio-morita-pendiri-perusahaan.html?m=1

HARI BUMI: SEMUANYA YANG KAMU HARUS TAHU!

Posted on Leave a commentPosted in HIMADATA Kabar-kabari, HUBLU
Sumber https://static.independent.co.uk/s3fs-public/styles/article_small/public/thumbnails/image/2017/01/19/15/earth-from-space.jpg

Banyak yang belum tahu tentang peringatan Hari Bumi Seduniaterutama di Indonesia, hanya sebatas kalangan tertentu saja yang tahu. Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dilaksanakan pada setiap tahun  tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi.

Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati oleh para aktifis peduli lingkungan di seluruh dunia. Di lain pihak, peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis lingkungan namun minim tindak lanjut secara nyata di lapangan. Saat ini berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan seperti yang sering kita saksikan dan banyak terjadi di berbagai tempat di dalam maupun di luar negeri.

Hari Bumi Sedunia

Kerusakan lingkungan ini kebanyakan disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga. Kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup. Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini.

Kenapa tanggal 22 April?

Karena kita tinggal di Bumi setiap hari, bukankah seharusnya kita memperingati Hari Bumi setiap hari? Lalu kenapa harus tanggal 22 April? Tepat pada tanggal 22 April 1970, saat pertama kali Hari Bumi dideklarasikan, di belahan bumi bagian utara baru mengalami musim semi, sedangkan bagian bumi selatan juga baru mengalami musim gugur. Hal tersebut dianggap sangat pantas untuk merayakan Hari Bumi di seluruh dunia.

Berbagai cara merayakan Hari Bumi

Banyak cara yang dilakukan penduduk dunia dalam merayakan Hari Bumi. Sebuah kafe di Seattle, Amerika Serikat, menyediakan hadiah gratis bagi pengunjung yang datang dengan sepeda. Di Tarijia, Bolivia, pemerintah menjadwalkan penanaman sekitar 10 ribu pohon untuk menandai Hari Bumi. Di Fiji, ratusan penyelam menggelar acara menyelam masal untuk membersihkan terumbu karang dari sampah (loop.co.id).

Manfaat dan Tujuan Hari Bumi

Tujuan di peringatinya Hari Bumiitu sendiri untuk menilmbulkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masayarakat umum. Selain itu, perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah meskipun berbagai upaya antisipasi dan pencegahan telah banyak dilakukan. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Hari Bumi juga bertujuan mengubah mensed dan perilaku manusia yang merusak lingkungan/alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Tujuan Memperingati Hari Bumi Sedunia

Dengan adanya peringatan hari bumi, Bumi akan menjadi terjaga dari kerusahakan lingkungan yang tidak kita inginkan, bisa juga untuk media mengingatkan kepada semua manusia bahwa pentingnya menjaga Bumi tempat kita berpinjak agar terpeliharanya tempat-tempat yang indah sebagai pesona wisata alam dan masih banyak lagi manfaat dan tujuan di peringatinya Hari Bumi Sedunia, Karena Menjaga Bumi adalah kewajiban kita bersama (traveluxion.web.id)

#HIMADATA-ITS16/17

#KUALITAS

 

The 2017 Indonesian startup popular sector forecast

Posted on Leave a commentPosted in HIMADATA Kabar-kabari

kbr1

Current data from the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) indicates that the number of Indonesian internet users in 2016 reached 132.7 million from a total population of 256.2 million. The number of smartphone users in the country in the same period reached 63.1 million.

As Indonesians are becoming accustomed to shop and even order transportation online, the new habit propelled one of the most popular on-demand startups, Go-Jek, to reach the seemingly untouched startup realm: the unicorn stage. In layman’s terms, this means the company has a valuation of more than US$1 billion.

In the Indonesian Tech Startup Report 2016, DailySocial conducted a survey with a number of investors about which sectors are going to be hot, and what their focus in 2017 will be. Based on the compilation, the four sexiest sectors that are predicted to steal the spotlight in 2017 are financial technology (fintech), e-commerce, Software-as-a-Service (SaaS) and on-demand or service marketplace.

 kbr2

Fintech

Fintech is a further development of the financial services industry, which majorly depends on the internet and digital innovations.

C88 Group CEO, John Patrick Ellis, proprietor of CekAja services, a financial e-commerce site in Indonesia, said last year that Indonesia experienced major growth in the fintech field. A large number of businesses in fintech developed significantly; some have even dominated the field and become big players that have contributed to the development of the financial services industry.

According to Ellis, CekAja is confident in the Indonesian fintech scene due to the reality of the country’s low fintech market penetration, reflected in the fact that fintech has yet to reach all regions in Indonesia. He refers to this condition as a ‘double growth factor’, where financial services grow alongside technology.

“Both industries are complementary, and this is why the Indonesian fintech sector will have three to five unicorn companies by the year 2020.”
~John Patrick Ellis,CEO C88 Group

Founder and CEO of Modalku, Reynold Wijaya, also expresses positivity about fintech’s potential, mainly peer-to-peer lending (P2P lending), which is Modalku’s main service. He said the release of Financial Services Authority (OJK) regulation no. 77/POJK.01/2016 regarding Information Technology-Based Money Lending Services at the end of 2016 had been a major boost for P2P lending businesses.

The issuing of the regulation, he said, built stronger trust among Indonesians toward P2P lending as the industry is recognized by OJK and under its supervision. Modalku claimed that it has distributed Rp 60 billion ($4.496 million) loans with zero percent bad credit rate.

“We are not really concerned about business volume; we care about scaling the business properly. Today, we want to focus on smartphones so the process can be faster. We want to convert conventional users to smartphones,” Reynold said.

President director of venture capitalist Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro voiced a similar sentiment to Reynold’s statement. Eddi notes the importance of the regulations to ensure customer protection that eventually leads to help in maturing existing fintech businesses and stimulating the rise of new players in the industry. From a value standpoint, he forecasts that the investment in fintech industry will grow to at least 50 percent, even more than 100 percent.

Regarding fintech’s dependence on digital technology developments, both CekAja and Modalku stress the importance of digital signature use. According to Reynold, digital signatures are the main component of the ‘know your customer’ (KYC) process that will enable fintech players to reach out to more customers throughout Indonesia.

Although the government has issued digital signature use, OJK as the certificate authority party (CA) has yet to appoint any institution to execute the mandate. Reynold thinks the roll-out of the program has to be enforced.

“The fintech infrastructure has to be strong so it can reach every part of Indonesia. The only way is to do everything digitally, and this is why awareness about digital signatures must be increased. This is a part of KYC.”
~Reynold Wijaya,CEO Modalku

Ellis weighs in on the digital signature roll-out, “Digital signature implementation by the government in 2017 will bring fintech forward based on financial inclusions that are aimed to better the people’s lives and Indonesian businesses. We hope other regulations that are issued with it will also support and provide ease for fintech services companies.”

The emergence of Indonesian Fintech Association (AFI), Ellis said, can be a learning place for other local fintech players. The association plays a part in facilitating communication between these players and OJK and Bank Indonesia. The openness among members of the association enables them to engage in dialogues about existing regulations.

“The challenges found in the fintech sector is actually no different than those found in other sectors, and this is why we founded the Indonesian Fintech Association, so there will be an institution within the fintech industry that can represent [these fintech startups] and describe the challenges [found in the industry]. These challenges are better faced with solutions that are made collectively, rather than facing them individually,” he added.

 kbr3

E-commerce

Reports from various sources noted that in 2017, the e-commerce industry in Indonesia is predicted to be valued at $9.3 billion. The rather large potential is in line with the development of general and niche e-commerce services in Indonesia.

“From year to year, e-commerce services and online transactions will become part of Indonesians’ day-to-day activities”.
~William Tanuwijaya,CEO Tokopedia

William also adds that marketplace services will also branch out to the fintech sector this year. “Other than to get daily goods, marketplaces will also evolve into payment gateways and give inclusive financial services. In 2017, open marketplaces will also be home to both local and international brands to market their products for the Indonesian people,” he said.

The ease of payment for any purchase has become crucial and according to William, the evolution of e-commerce into inclusive financial services will help reach every part of Indonesia.

“E-wallet products will see growth in 2017 as they will foster digital economy distribution. Courier business will grow in line with this as they are needed to deliver the products sold on marketplaces,” he said.

The forecasted trend includes hyperlocal purchases where, for instance, customers in North Sumatra will have the inclination to buy products from Medan-based sellers compared to Jakarta. Even if the goods’ price is slightly higher, delivery fees will make the prices stay competitive and the promise of fast-delivery is also appealing to locals.

Contrary to William’s optimism, Convergence Ventures Managing Partner Adrian Li expresses concern about the brewing plan of Alibaba and Amazon’s entrance into Indonesia.

“I think every e-commerce service in the country can expect hardships in 2017, especially with Amazon and Alibaba’s arrival in Indonesia. Both global giants will threaten the existence of local e-commerce services that have become market leaders these days. I think there will be consolidations, just like what has happened in India,” he said.

Adrian also predicts that brands will opt for either direct selling or multichannel, and this strategy is seen as a long-term activity.

While hardships are expected, Adrian thinks more fashion commerce businesses will start flourishing, and the sector mat even dominate the year 2017 in Indonesia. “By integrating design, manufacture and supply chain, fashion commerce businesses will be able to provide trendy clothes, competing with the general retail costs.”

Surprisingly, trust factor in e-commerce is still a huge concern this year. “As reported by Google and Temasek, orders from Indonesia have a fraud risk 12 times higher than the global average,” Adrian added.

 SaaS (Software-as-a-Service)

Founder and CEO of Talenta, a SaaS platform for human resources management, Joshua Kevin, said that SaaS startup players in Indonesia are similar to those in e-commerce back in the year 2010-2011. It was a period when Indonesian people still had trust crises and were not familiar with the upsides of buying goods online.

“We believe the SaaS industry will see rapid growth, and the decision-makers will fall into a generation who believes that internet and smartphone are a default.”
Joshua Kevin,CEO and Founder, Talenta

Regarding the ever so crucial issue of cloud-computing security for SaaS players, Joshua revealed that not all SaaS players in Indonesia use solutions or servers from outside Indonesia. He calls for more incentive from the government and cloud companies to make these businesses return to local servers.

Co-founder and managing partner of East Ventures, Willson Cuaca, adds that the SaaS business movements are starting very well. The venture capitalist has been investing in SaaS startups throughout 2016 and saw tens of thousands of UKM (Small Medium Enterprises) using multiple solutions by several SaaS within their portfolios.

The challenge faced by SaaS players in Indonesia from investors’ point of view, according to Willson, is how users adopt the technology and how small medium enterprises value SaaS. A SaaS startup must be able to educate the market about the benefits of using SaaS, compared to traditional software and ultimately convert.

 Moka, a mobile point of sales services (mPOS) startup that targets small medium enterprises, established itself as one of the rising Indonesian SaaS players. Its co-founder and CEO, Haryanto Tanjo, echoed Joshua’s sentiments and revealed that so far Moka still uses Singapore-based cloud services. For its data protection, Moka encrypts outgoing and incoming traffic using SSL plus installs several firewalls for the whole server.

Haryanto also adds that SaaS business in Indonesia can be still regarded as a blue ocean with a vast market. He’s convinced SaaS business competition between players is still not the main concern today.

kbr5

 On-demand

Go-Jek, Grab and Uber are still dominating the on-demand services industry and have successfully managed to convert people’s habit into daily routine.

MDI Ventures CEO Nicko Widjaja revealed what he believes is the hard truth. “It will be hard for new startups to even attempt competing with Go-Jek, Uber and Grab due to their positions as the dominating market leaders in Indonesia,” he said. “To be able to compete with ‘the big three’, a company that has been running its business conventionally, must already adopt the technology needed to compete with these tech-based companies.”

Nicko views collaborations like Blue Bird and Go-Jek have proven that a conventionally-run company will tend to opt to partner up with a startup that already has a product, talents and the ability to create tech-based products. These factors automatically cut down expenses to employ third party or outsourcing to create a new product from zero.

“There is an opportunity for startups, and it is to become ‘corporate enablers’, which offer system, products up to new technology to large corporations. This seems to have started growing from this year onwards,” Nicko said.

Go-Jek co-founder and CEO, Nadiem Makarim, noted that 2015 and 2016 were the years for services like Go-Jek and e-commerces to find their market and set up their marketing strategy. The year 2017 will be the defining moment for most on-demand service businesses.

“I think 2017 will be a key moment, not only for Go-Jek, but also other on-demand services in Indonesia. This year will be the year where everything goes mobile,” Nadiem stated.

Infrastructure challenges, according to Nadiem, are an opportunity for on-demand services like Go-Jek to grow. “Many challenges in the existing infrastructure are actually a challenge for Go-Jek in offering solutions for all Indonesian people. In this case, Go-Jek sees the weakness in infrastructure as an opportunity to provide appropriate solutions for all its users.”

Within the last two years, on-demand services have grown into several varieties, and have branched out beyond transportation services. They have offered domestic services that include housemaids, house cleaning and AC repair services. One of the most well-known on-demand services in this segment is Seekmi.

Seekmi CEO Clarissa Leung said, “We’re very lucky that smartphone penetration has experienced significant growth among our vendors and technicians just a year after Seekmi was launched. This enables Seekmi to manage about 10,000 personnel efficiently.”

“I think there will be more Indonesians who will utilize technology, in this case apps, to help them do daily chores from the simplest up to the heaviest with on-demand services this year. Trust will grow in on-demand services because they are proven to save expenses,” she adds.

Although offering convenience, on-demand services are still not convincing the older generations to give it them a go. But Clarissa is not ready to give in. “Seekmi still offers SMS and telephone customer service. Traditional approaches must still be utilized for tech companies offering these kinds of services.”

The promising outlook of on-demand services does not dismiss the fact that these businesses are having a hard time scaling up due to their hyperlocal nature. Each city in Indonesia has its own tradition and habits, which is one of the biggest challenges in the industry.

Nicko weighs in: “On-demand services can never work alone. They need to partner with other tech companies, corporations and the government to overcome these challenges.”

 

SOURCE: http://www.thejakartapost.com/longform/2017/03/03/the-2017-indonesian-startup-popular-sector-forecast.html

National Statistics Challenge 2017

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

5856134355476

NSC atau National Statistics Challenge merupakan kompetisi statistika nasional untuk mahasiswa/i tingkat diploma/sarjana    di perguruan tinggi se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Studio Statistika Universitas Brawijaya. Tema yang diangkat adalah  Colouring the world with statistics.

SYARAT DAN KETENTUAN PESERTA

1. Peserta adalah mahasiswa/i S1 atau Diploma yang masih aktif di seluruh PTN/PTS/PTK di seluruh Indonesia.

2. Kompetisi bersifat tim yang terdiri dari 2 mahasiswa/i. Satu tim boleh berasal dari jurusan yang berbeda namun tetap berasal dari PTN/PTS/PTK yang sama.

TIMELINE

1. Pendaftaran    23 Maret – 5 April 2017
2. Download soal babak penyisihan 6 April – 16 April 2017
3. Pengumpulan jawaban babak penyisihan 6 April – 16 April 2017
4. Pengumuman Semifinalis 1 Mei 2017
5. Konfirmasi kedatangan pada semifinal beserta pembayaran uang registrasi. 2 Mei – 6 Mei 2017
6. Semifinal 20 Mei 2017
7. Grandfinal 21 Mei 2017

ALUR PENDAFTARAN

1. Calon peserta mengisi formulir pendaftaran di blog studiostatistika.blogspot.com pada tanggal 23 Maret  – 5 April  2017.

2. Panitia memberikan konfirmasi berupa nomor peserta dan password* via e-mail dan sms.

BABAK PENYISIHAN

1. Peserta mengunduh soal pada blog studiostatistika.blogspot.com mulai tanggal 6 April 2017.

2. Peserta megirim jawaban ke e-mail nscub2017@gmail.com mulai tanggal 6 – 16 April** 2017.

3. Panitia memberikan konfirmasi penerimaan jawaban via e-mail.

* : Password digunakan untuk membuka file soal babak penyisihan.
** : batas akhir pengumpulan jawaban tanggal 16 April 2017 pukul 17.00 WIB.

Hadiah

Juara I : Piala+Sertifikat+Rp3.500.000,-
Juara II : Piala+Sertifikat+Rp2.500.000,-
Juara III : Piala+Sertifikat+Rp1.500.000,-
Harapan I : Sertifikat+Rp750.000,-
Harapan II : Sertifikat+Rp500.000,-

Untuk info lebih lanjut
Line@: line://ti/p/@lmn0440x
Instagram: instagram.com/nscub2017/
Twitter: twitter.com/nscub2017
Facebook: bit.ly/FBStudioStatistika
 
 
#NSCUB2017
#StudioStatistika
#FightingShiningWinning

Kompetisi Paper Nasional EXPLOSCIENCE 2017

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

4

Lomba karya tulis ini adalah lomba untuk mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan BEM FMIPA IPB Nama lomba karya tulis ilmiah ini adalah Call for Paper Exploscience 2017  dengan mengangkat sebuah tema, yaitu:

“Aplikasi Sains sebagai Langkah Inovatif dalam Realisasi Sustainable Deveploment Goals (SDG’s)”

Sub Tema :

  • Energi terbarukan ramah lingkungan
  • Pengolahan limbah dan sanitasi lingkungan
  • Optimalisasi sumber daya berkelanjutan

Syarat dan Ketentuan Lomba ini adalah sebagai berikut:

  • Peserta lomba karya tulis ilmiah nasional di IPB ini adalah mahasiswa yang aktif S1 atau Diploma Perguruan tinggi Negeri atau Swasta di Indonesia
  • Peserta boleh perorangan atau tim dengan jumlah maksimal 3 Orang dalam satu tim.
  • Setiap Peserta hanya diperbolehkan menjadi ketua pada salah satu naskah paper atau karya tulis yang diajukan.
  • Karya tulis yang diajukan harus sesuai dengan tema atau sub tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba
  • Karya yang diikutsertakan harus karya sendiri, no plagiat
  • No sara
  • Pengiriman atau pendaftaran terakhir dalam lomba ini sampai dengan tanggal 31 Maret 2017
  • Biaya regitrasi apabila lolos masa pendaftaran dengan mengirimkan abtrak adalah 100 Rb/Naskah

Hadiah  :

  • JUARA 1 = 3.000.000 IDR+ Piala dan Sertifikat
  • JUARA 2 = 2.000.000 IDR+ Piala dan Sertifikat
  • JUARA 3 = 1.000.000 IDR+ Piala dan Sertifikat

TIMELINE :

Pengumpulan abstrak : 28 Februari – 31 Maret 2017

Pengumuman Abstrak : 3 April 2017

Pengumpulan Full Paper : 4 – 14 April 2017

Pengumuman Full Paper : 4 Mei 2017

Presentasi dan Pengumuman Pemenang : 20 – 21 Mei 2017

Call for Papers IKNB 2017

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

3

Lomba karya tulis ini adalah lomba untuk mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nama lomba karya tulis ilmiah ini adalah Call for Papers IKNB 2017 dengan mengangkat sebuah tema, yaitu:

” Memperkuat IKNB melalui Peningkatan Tata Kelola dan Manajemen Risisko di Tengah Peluang Ekspansi Usaha”

Topik atau Sub Topik :

  1. Pengembangan industri ekonomi kreatif
  2. Pengembangan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah
  3. Pengembangan usaha rintisan
  4. Pengembangan pembiayaan sektor infrastruktur

Syarat dan Ketentuan Lomba ini adalah sebagai berikut:

  • Peserta lomba karya tulis ini adalah WNI (warga Negara Indonesia) baik yang ada di dalam negri ataupun yang sedang berada di luar negri
  • Peserta yang dapat mengikuti perlombaan karya tulis ini umum, baik praktisi sektor Jasa Keuangan, peneliti, guru, dosen, pelajar, ataupun mahasiswa.
  • Karya tulis dapat dikirim via email, dengan alamathttp://callforpapers.ojk.go.id/paper/
  • Pesertaalam lomba ini LKTI ini dapat bersifat individ, tetapi bisa juga dengan berkelompok.
  • Peserta lomba tidak pernah juara dalam lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh OJK pada tahun sebleum-sebelumnya.
  • Peserta lomba membuat karya tulis dalam Bahasa Indonesia
  • Karya tulis yang diajukan harus sesuai dengan tema atau sub tema yang telah disediakan oleh pihak OJK
  • Perlombaan ini free (gratis) tidak ada biaya sepeserpun
  • Karya tulis yang diajukan harus karya sendiri, no plagiat dari karya orang lain
  • Peserta lomba wajib mengisi formulir pernyataan bahwa karya yang diajukan adalah karya asli, fomulir tersebut dapat di downloaddisini
  • Karya tulis yang diajukan belum pernah dipublikasan dalam media cetak ataupun elektronik
  • Deadline pengiriman dalam lomba ini sampai dengan tanggal 28 Mei 2017
  • Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gugat

Total  Hadiah  : Rp. 87,5 Juta

TIMELINE :

Pengiriman Karya Tulis : 28 Mei 2017

Informasi LKTI PHINISI III

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

2

Lomba karya tulis ini adalah lomba untuk mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Nama lomba karya tulis ilmiah ini adalah Pekan Ilmiah Humanika Sains Nasional (PHINISI) III dengan mengangkat sebuah tema, yaitu:

“Inovasi dan Teknologi dalam Bidang Peternakan sebagai Upaya Mewujudkan SDG’S 2030”

Sub Tema :

  • Lingkungan
  • Energi
  • Kesehatan Ternak
  • Strategi Peningkatan Produksi Ternak
  • Ketersediaan Pakan
  • Teknologi dan Industri

 

Syarat dan Ketentuan

  • Peserta lomba ini adalah seluruh mahasiswa baik S1 atau D3 yang ada di PTN atau PTS di Indonesia
  • Karya tulis yang ajukan harus sesuai dengan tema
  • Karya tulis yang diajukan juga beas dari unsur plagiarisma
  • Karya tulis yang diajukan adalah kelompok, dengan maksimal jumlah kelompok 3 orang
  • Peserta lomba wajib membayar Biaya Pendaftaran untuk full paper 100.000
  • Deadline pengiriman karya terakhir pada tanggal 2 APril 2017
  • Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gugat

HADIAH

  • Juara I : Rp 3.000.000 + trophy + sertifikat
  • Juara II : RP 2.000.000 + trophy + sertifikat
  • Juara III : Rp 1.500.000 + trophy + sertifikat
  • Juara Favorit : Rp. 500.000 + sertifikat
  • Setiap pengumpul full paper mendapatkan sertifikat

TIMELINE :

Registrasi  25 Maret – 2 April 2017

Pengumpulan Naskah / Full Paper : 26 Maret – 2 April 2017

Seleksi dan Penilaian : 3 – 5 April 2017

Pengumuman Finalis : 6 April 2017

Administrasi : 7 – 26 April 2017

Technical Meeting : 28 April 2017

Presentasi : 29 April 2017

Field Trip : 30 April 2017

Informasi Lomba EDUCREATION UNY

Posted on Leave a commentPosted in Pengumuman

1

EDUCREATION diselenggarakan BEM KM UNY.  Lomba karya tulis ilmiah ini adalah  Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional 2017 dengan mengangkat sebuah tema, yaitu:

“Pendidikan sebagai Sarana Meningkatkan Kreativitas dan Kualitas Bangsa dalam Menghadapi Persaingan Global”

Syarat dan Ketentuan Lomba ini adalah sebagai berikut:

  • Peserta lomba adalah mahasiswa yang ada diseluruh Indonesia, baik dari PTN ataupun PTS
  • Naskah esai yang diikutsertakan dalam lomba adalah karya asli, no plagiat
  • Esai yang diikutsertakan dalam lomba harus sesuai dengan tema yang diangkat oleh panitia penyelanggara lomba
  • Biaya pendaftaran untuk gelombang pertama adalah 40 K, sedangkan pada gelombang kedua 50 K
  • Biaya pengiriman pendaftaran esai dikirim melalui rekening, ke nomor rekening BRI 385001029985534  a.n Debby Agustin
  • Deadline akhir pengiriman karya pada tanggal 30 April 2017
  • Peserta wajib untuk mengisi formulir pendaftaran, adapun formulir tersebut dapat diambil
  • Keputusan dewan juri tidak dapat dianggu gugat

Hadiah  :

Juara 1    : Uang Pembinaan  + Trofi + Sertifikat

Juara 2    : Uang Pembinaan  + Trofi + Sertifikat

Juara 3    : Uang Pembinaan  + Trofi + Sertifikat

E-Sertifikat untuk semua peserta

TIMELINE :

Pendaftaran dan Pengumpulan Karya

GEL I   : 19 Maret – 29 Maret 2017

GEL II : 30 Maret – 30 April 2017

Penilaian : 2 Mei – 6 Mei 2017

Pengumuman Finalis : 8 Mei 2017

Presentasi Esai : 20 Mei 2017

Pengumuman Juara : 21 Mei 2017

More information :
FB : Educreation Uny
Twitter : @EducreationUny
Ig : @bem.uny